Mahasiswa UNRI dan STAIN SAR Silaturahmi ke Presma UMRAH Bahas Isu Rempang Galang

0
17
Kunjungan BEM Universitas Riau dan DEMA STAIN SAR bersama Presma dan Wapresma UMRAH Periode 2025/2026, (Ist).

Aspirasi Mahasiswa – Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang baru, Randi Febriandi, bersama Wakil Presiden Mahasiswa, Ide Jaya Waruwu, pada Selasa (14/1).

Kunjungan ini bertujuan membahas isu-isu strategis, khususnya konflik yang tengah terjadi di kawasan Rempang Galang, dalam pertemuan tersebut, mahasiswa UNRI dan STAIN SAR menyampaikan keprihatinan mereka atas konflik yang menyangkut relokasi masyarakat akibat rencana pembangunan kawasan industri dan wisata di Rempang Galang.

Mereka juga menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi mahasiswa untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak.

“Silaturahmi ini tidak hanya mempererat hubungan antarorganisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk bersatu menyikapi isu-isu yang memerlukan perhatian bersama. Masalah di Rempang Galang ini adalah tanggung jawab kita sebagai mahasiswa,” ujar perwakilan mahasiswa UNRI.

 

Pembahasan tentang isu Rempang-Galang

Turun Lapangan pada 15 Januari 2025

Presiden Mahasiswa UMRAH, Randi Febriandi, menyatakan bahwa UMRAH siap bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas lain untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Rempang Galang. Randi juga menegaskan bahwa langkah nyata adalah dengan turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat.

“Kami sepakat untuk turun lapangan pada 15 Januari 2025. Ini adalah langkah awal untuk memahami situasi secara langsung, berdialog dengan warga terdampak, dan mencari solusi bersama,” ujar Randi.

Senada dengan itu, Wakil Presiden Mahasiswa UMRAH, Ide Jaya Waruwu, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengadvokasi isu-isu sosial.

“Mahasiswa adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Kita tidak hanya mendengar, tetapi juga membantu mencari jalan keluar yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat,” katanya.

Komitmen Bersama Mahasiswa

Mahasiswa dari ketiga kampus sepakat bahwa permasalahan di Rempang Galang merupakan isu bersama yang harus diadvokasi secara kolektif. Mereka berharap kunjungan lapangan pada 15 Januari nanti dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi masyarakat dan menjadi bahan advokasi yang lebih konkret.

“Sinergi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dari berbagai daerah peduli terhadap isu-isu sosial. Kami berharap langkah ini bisa memberikan kontribusi nyata untuk menyelesaikan konflik di Rempang Galang,” ungkap perwakilan mahasiswa STAIN SAR.

Harapan untuk Penyelesaian Konflik

Konflik di Rempang Galang telah memicu perhatian luas karena menyangkut hak masyarakat adat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera mengambil langkah yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan hak masyarakat tetap terjamin. Turun lapangan adalah awal dari perjuangan kita, dan semoga ini menjadi jalan untuk membawa perubahan,” ucap juga ide jaya waruwu.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa lintas daerah tetap kuat untuk mengawal isu-isu strategis, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan. (Jok/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini